\( Na_2S_2O_3 + 2HCl \rightarrow S \downarrow + 2NaCl + SO_2 + H_2O \)
S (hijau) + O (merah) + Na (ungu)
H (putih) + Cl (hijau)
Produk endapan kuning
Hubungan kuantitatif antara laju reaksi ($k$) dengan suhu ($T$) dan energi aktivasi ($E_a$).
Latih kemampuan ilmiah Anda melalui proses mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, hingga menyimpulkan.
Uji pemahaman Anda dengan 5 soal pilihan ganda tentang pengaruh suhu terhadap laju reaksi.
Hitung laju reaksi, energi aktivasi (Ea), faktor Q10, dan konstanta Arrhenius secara otomatis.
Cari dan pelajari definisi istilah-istilah penting dalam materi laju reaksi.
Pelajari konsep teori di panel bawah.
Suhu − Energi Kinetik − Laju Reaksi
Ikuti langkah-langkah KPS di panel bawah.
Proses Ilmiah
Kerjakan kuis di panel bawah.
5 Soal Pilihan Ganda
Gunakan kalkulator di panel bawah.
Hitung Otomatis
Cari istilah di panel bawah.
15+ Istilah Kimia
| No | T (°C) | K (M) | t (s) | × |
|---|
Keterampilan Proses Sains - Materi Laju Reaksi
Amati simulasi pada tab Makroskopis. Apa yang terjadi setelah larutan Na₂S₂O₃ dan HCl dicampur?
Identifikasi variabel-variabel dalam eksperimen ini.
Berdasarkan teori tumbukan, jika suhu dinaikkan dari 25°C menjadi 50°C, apa yang terjadi pada waktu reaksi?
Buatlah hipotesis berdasarkan teori tumbukan mengenai hubungan antara suhu dan laju reaksi.
Pilih alat-alat yang esensial untuk menyelidiki pengaruh suhu terhadap laju reaksi!
Perhatikan data pada tabel pengamatan. Pernyataan mana yang paling tepat?
Tulis kesimpulan akhir dari kegiatan ini:
Teori Tumbukan adalah teori fundamental yang menjelaskan bagaimana reaksi kimia terjadi dan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. Teori ini menyatakan bahwa reaksi kimia terjadi akibat tumbukan antar partikel reaktan.
Namun, tidak setiap tumbukan menghasilkan reaksi. Hanya tumbukan yang memenuhi syarat tertentu yang dapat menghasilkan reaksi, yang disebut Tumbukan Efektif.
Suhu adalah ukuran rata-rata energi kinetik partikel dalam suatu sistem. Ketika suhu sistem dinaikkan, terjadi dua perubahan penting:
Partikel bergerak lebih cepat sehingga frekuensi tumbukan per satuan waktu meningkat. Namun, peningkatan ini relatif kecil (sekitar 4% untuk kenaikan 10°C) dan bukan penyebab utama.
Peningkatan suhu menyebabkan sebagian besar partikel memperoleh energi kinetik yang jauh lebih tinggi, melebihi batas energi aktivasi ($E_a$). Akibatnya, jumlah partikel yang mampu bereaksi meningkat secara eksponensial. Inilah faktor dominan yang menyebabkan laju reaksi melonjak drastis.
Secara empiris, setiap kenaikan suhu sebesar 10°C akan melipatgandakan laju reaksi menjadi sekitar 2 hingga 3 kali lipat.
Diagram energi potensial vs koordinat reaksi menunjukkan energi aktivasi (Ea) dan perubahan entalpi (ΔH).
k: Konstanta laju reaksi
A: Faktor frekuensi (jumlah total tumbukan per detik)
\(E_a\): Energi aktivasi (J/mol)
R: Konstanta gas umum (8,314 J/mol·K)
T: Suhu mutlak (K)
Persamaan ini menunjukkan bahwa kenaikan suhu ($T$) akan menyebabkan nilai eksponen menjadi kurang negatif (mendekati 0), sehingga nilai $e^{-...}$ mendekati 1 dan konstanta laju ($k$) membesar.
Area di kanan garis Ea menunjukkan jumlah partikel yang mampu bereaksi. Pada suhu tinggi, area ini jauh lebih besar.
Garis merah = Energi Aktivasi (Ea). Partikel di kanan garis mampu bereaksi.
Saat suhu naik, puncak grafik distribusi menurun dan melebar ke kanan. Artinya, lebih banyak partikel memiliki energi di atas Ea, sehingga reaksi sukses meningkat secara signifikan.
Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi — 5 Soal Pilihan Ganda
-
Ambil data dari eksperimen yang sudah dilakukan untuk mengisi kalkulator otomatis.
Belum ada data eksperimen. Jalankan eksperimen di tab Makroskopis.
Materi: Laju Reaksi & Teori Tumbukan